pengadaan obat di apotek kimia farma

5Dekade Terus Berinovasi, Kimia Farma Luncurkan Marvee Clinic. Keberagaman kulit masyarakat Indonesia adalah bagian dari karakter bangsa. Kulit adalah karunia Tuhan yang sempurna, sudah semestinya kita merawatnya agar tampil lebih percaya diri dalam meraih prestasi.Hal ini menjadi inspirasi bagi Kimia Farma, BUMN health care company yang telah
Ketigacabang Apotek Kimia Farma di atas buka setiap hari, Senin hingga Minggu selama 24 jam. 3. Apotek Vita Farma Beri kemudahan akses layanan farmasi ke seluruh masyarakat Indonesia, seluruh pembelian obat dan produk kesehatan di Apotek Lifepack gratis ongkir se-Indonesia. #TemaniSehatmu, belanja obat dan kebutuhan kesehatan lainnya kini
Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Analisa Proses Bisnis dengan Business Process ModellingNotation BPMN pada PT Kimia FarmaDosen Pengampu Yananto Mihadi Putra, SE., Kelompok 10Fauzia Sa!tri Salsabilla 43218010090Salma Aini 43218010161Fasihatul Ummah 43218010164Nurliana Qur’ani 43218010165Andhini Islamiana Wulandari 43218010170Universitas Mercu BuanaFakultas Ekonomi dan BisnisAkuntansi2021 ABSTRAKBusiness Process Modelling BPM atau Pemodelan Proses Bisnis PPB merupakandiagram yang umum mewakili urutan kegiatan secara implisit berfokus pada sebuah proses,tindakan dan kegiatan job. Sumber Daya Resource yang digambarkan dalam PPBmenunjukkan bagaimana mereka akan diproses. Manfaat Pemodelan Proses Bisnis adalahuntuk memudahkan pemahaman alur proses secara terintegrasi, tujuan pemodelan prosesbisnis adalah untuk mendefiniskan langkah langkah yang harus diambil untuk mencapai suatutujuan Diagram Model Proses Bisnis adalah alat untuk mencapai sebuauh tujuan, dan bukanhasil kinerja dari suatu proses. Hasil akhir diagram proses bisnis ini adalah melakukanperbaikan pada cara proses bisnis itu bekerja. Diagram BPMN terdiri atas elemen. Elemen initerbagi atas empat kategori, yaitu Flow Object, Connecting Object, Swimlanes, dan kunci Business Process Modellingi DAFTAR ISIABSTRAK............................................................................................................................................. iDAFTAR ISI........................................................................................................................................ iiPENDAHULUAN................................................................................................................................ 1LITERATUR TEORI..........................................................................................................................2A. Pemodelan Proses Bisnis.......................................................................................................... 2B. Business Process Modeling Notaon BPMN..........................................................................2C. Fungsi BPMN Bagi Perusahaan.................................................................................................5D. Kelebihan dan Kekurangan BPMN............................................................................................ 6PEMBAHASAN................................................................................................................................... 7KESIMPULAN.................................................................................................................................... 9DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................................ 10ii PENDAHULUANKetatnya persaingan bisnis saat ini menyebabkan perusahaan berusaha semaksimalmungkin mengoptimasi proses bisnis yang ada di dalam organisasi. Analisis proses bisnismerupakan salah satu alat untuk mengevaluasi dan melakukan perbaikan atas proses analisis proses bisnis maka perusahaan dapat memutuskan proses mana yang dapatdikurangi, diserahkan ke pihak luar atau dihilangkan sama sekali. Tahapan awal dalammenganalisis proses bisnis adalah menggambarkan proses bisnis tersebut. Agar proses bisnis ini dapat dikomunikasikan dengan mudah ke semua pihak yangterkait maka diperlukan teknik pemodelan proses bisnis yang praktis tetapi cukuprepresentatif mewakili proses yang sebenarnya. Salah satu model yang saat ini mulai banyakdiadopsi oleh organisasi adalah BPMN yang dirilis pertama kali pada pertengahan bisnis merupakan serangkaian aktifitas yang saling terkait untuk mencapaitujuan bisnis tertentu yang diselesaikan secara berurutan ataupun paralel, oleh manusia atausistem, baik di dalam maupun di luar organisasi. Kompleksitas proses bisnis yang terjadimembuat perusahaan mencari cara untuk menggambarkan proses bisnis. Pemodelan prosesbisnis digunakan untuk mengevaluasi dan melakukan perbaikan proses bisnis di masamendatang. Analisa proses bisnis umumnya melibatkan pemetaan proses dan subproses didalamnya hingga tingkatan aktivitas atau kegiatan. Analisa tersebut dapat dilakukan melaluipemodelan proses bisnis yang menggambarkan cara orang- orang atau pihak -pihak salingberinteraksi di dalam sistem, dan dijelaskan dengan cara atau standar tertentu. Pemodelan proses bisnis menjadi hal yang sangat penting dalam rencanapengoptimalan kinerja sebuah organisasi. Kegiatan proses bisnis yang telah dicapai sesuaidengan target atau yang perlu diperbaikai dapat diketahui melalui pemodelan Yunitararinidkk. 2016.Tujuan dari menggunakan BPMN adalah untuk menyediakan notasi yang mudahuntuk digunakan dan dipahami oleh semua individu yang ikut terlibat dalam bisnis. Sehinggasemua yang terlibat dari berbagai tingkatan manajemen yang harus dapat membaca danmemahami proses diagram dengan cepat sehingga diharapkan juga dapat membantu dalamproses pengambilan LITERATUR TEORIA. Pemodelan Proses Bisnis Business Process Modelling BPM atau Pemodelan Proses Bisnis PPBmerupakan diagram yang umum mewakili urutan kegiatan secara implisit berfokuspada sebuah proses, tindakan dan kegiatan job. Sumber Daya Resource yangdigambarkan dalam PPB menunjukkan bagaimana mereka akan diproses. Pemodelan Proses Bisnis adalah lintas fungsional, biasanya penggabunganpekerjaan dan dokumentasi lebih dari satu departemen dalam sebuah institusi,organisasi atau perusahaan. Dalam situasi lebih rumit, Pemodelan Proses juga dimasukan pada aktivitasproses eksternal pada organisasi dan sistem yang dimasukkan ke dalam sebuah prosesprimer / utama. Dalam organisasi besar Pemodelan Proses Bisnis cenderung dianalisisdan direpresentasikan secara lebih rinci dari pada di organisasi kecil, karena skala dankompleksitasnya lebih besar. Manfaat Pemodelan Proses Bisnis adalah untuk memudahkan pemahaman alurproses secara terintegrasi, tujuan pemodelan proses bisnis adalah untuk mendefiniskanlangkah langkah yang harus diambil untuk mencapai suatu tujuan Diagram ModelProses Bisnis adalah alat untuk mencapai sebuauh tujuan, dan bukan hasil kinerja darisuatu proses. Hasil akhir diagram proses bisnis ini adalah melakukan perbaikan padacara proses bisnis itu Business Process Modeling Notation BPMN Business Process Modeling Notation BPMN menggambarkan suatu bisnisproses diagram yang mana didasarkan kepada teknik diagram alur, dirangkai untukmembuat model-model grafis dari operasi-operasi bisnis dimana terdapat aktivitas-aktivitas dan kontrol-kontrol alur yang mendefinisikan urutan kerja. BPMN dikembangkan oleh konsorsium industry yaitu konstituenyang mewakili berbagai vendor alat BPM tetapi bukan sebagai pembuka akhir,mengemukakan bahwa “ The Business Process Modeling Notation is Emerging as astandard language for capturing business processes, e-specially at the level of domainanalysis and high level systems design” 2006. 3 Diagram BPMN terdiri atas elemen. Elemen ini terbagi atas empat kategori,yaitu Flow Object, Connecting Object, Swimlanes, dan Artifact. Berikut penjelasandari masing masing elemen BPMN. Flow Object Event direpresentasikan dalam bentuk lingkaran dan menjelaskan apa yangterjadi saat itu. Ada dua jenis event, yaitu start, intermediate, dan ini mempengaruhi alur proses alur proses dan biasanyamenyebabkan terjadinya kejadian trigger atau sebuah dampak resultMasing-masing mewakili kejadian dimulainya proses bisnis, interupsiproses bisnis, dan akhir dari proses bisnis. Untuk setiap jenis eventtersebut sendiri terbagi atas beberapa jenis, misalnya message start, yangdilambangkan seperti start event namun mendapatkan tambahan lambangamplop di dalamnya, yang berarti ada pesan event tersebut dimulai denganmasuknya pesan.Activity merepresentasikan pekerjaan task yang harus diselesaikan. Ada empat macam activity, yaitu task, looping task, sub process, dan looping Connecting Object Connecting object merupakan aliran pesan antar proses dimana satukejadian dengan kejadian yang lain saling berhubungan danmerepresentasikan dari hubungan tersebut. Adapun simbol-simbol ataugambar dalam penulisan connecting object ada 3 jenis yaitu Sequence flow, merepresentasikan pilihan default untuk menjalankanproses Message flow, merepresentasikan aliran pesan antar proses Association, digunakan untuk menghubungkan elemen dengan artifactSwimlanes Elemen ini digunakan untuk mengkategorikan secara visual seluruhelemen dalam diagram. Ada dua jenis swimlanes, yaitu pool dan adalah lane terletak di bagian dalam pool untukmengkategorisasi elemen-elemen di dalam pool menjadi lebih spesifik.Artifacts Elemen ini digunakan untuk memberi penjelasan di diagram. Elemen ini terdiri atas tiga jenis, yaitu 5 1 Data object, digunakan untuk menjelaskan data apa yangdibutuhkan dalam proses 2 Group, untuk mengelompokkan sejumlah aktivitas di dalam prosestanpa mempengaruhi proses yang sedang berjalan 3 Annotation, digunakan untuk memberi catatan agar diagrammenjadi lebih mudah dimengertiNotasi BPMN diatas dapat memodelkan pesan kompleks yangdilewatkan diantara pelaku bisnis atau bagian dari pelaku bisnis,Salah satu kelebihan diagram BPMN adalah kemampuan dalammemodelkan aliran pesan karena dapat menggambarkan secaragrafis pemisahan aliran proses berdasarkan organisasi ataudepartemen yang Fungsi BPMN Bagi PerusahaanBeberapa hal yang menyebabkan begitu pentingnya perusahaan meggunakandiagram BPMN aadalahBPMN adalah standar proses pemodelan diterima secara internasional.BPMN adalah suatu metodologi pemodelan proses.BPMN menciptakan jembatan standar yang mengurangi kesenjangan antaraproses bisnis dan pelaksanaannya.BPMN memungkinkan untuk desain proses bisnis dan implementasinyabersatu dan berstandar sehingga setiap orang dalam organisasi dapat D. Kelebihan dan Kekurangan BPMN1. Kelebihan BPMN -Dapat menggambarkan kesuruhan proses dalam satu diagram sederhanasehingga representasi proses bisnis relatif lebih cepat memodelkan aliran pesan 3. Mampu memodelkan aliran prosessecara sekuensial dari kejadian awal sampai hasil Kekurangan BPMN -Simbol-simbol pada BPMN terlalu complicated untukdiimplementasikan pada real transaksi di tidak bisa mengambarkan hasil dari proses dan model resiko,sehingga Key Performance Indicator KPI tidak bisa digambarkanmenggunakan notasi bisa mengambarkan conceptual modeling, business logic dandetail dari Sturktur Inti BPMNPenataan teknis BPMN didasarkan pada konsep lapisan ekstensibilitas di atasrangkaian dasar sederhana elemen yang diidentifikasi sebagai Elemen Inti darispesifikasi. Dari rangkaian konstruksi inti ini, layering digunakan untukmenggambarkan elemen tambahan dari spesifikasi yang memperluas danmenambahkan konstruksi baru ke spesifikasi dan bergantung pada kejelasan jalurketergantungan untuk resolusi. Model Skema XML cocok untuk model penataandengan mekanisme impor dan resolusi formal yang menghilangkan ambiguitas dalamdefinisi elemen di lapisan luar Gambar di atas menunjukkan prinsip-prinsip dasar layering yang dapatdisusun dengan cara yang terdefinisi dengan baik. Pendekatannya menggunakankonstruksi formalisasi untuk ekstensibilitas yang diterapkan secara konsisten padadefinisi. Efek tambahan dari pelapisan adalah bahwa lapisan kompatibilitas dapatdibangun, memungkinkan tingkat kepatuhan yang berbeda di antara vendor, dan jugamemungkinkan vendor untuk menambahkan lapisan mereka sendiri untuk mendukungindustri atau target vertikal yang berbeda penonton. Selain itu, menyediakanmekanisme untuk redefinisi konsep yang sudah ada sebelumnya tanpa mempengaruhikompatibilitas mundur, tetapi mendefinisikan dua atau lebih lapisan yang tidak dapatdikomposisi, tingkat kepatuhan dengan spesifikasi dan kompatibilitas mundur dapatdicapai tanpa mengurangi BPMN memiliki struktur melalui lapisan, di mana setiap lapisandibangun di atas dan meluas lapisan bawah. Termasuk diantaranya Inti atau kernelyang mencakup elemen paling mendasar dari BPMN, yang dibutuhkan untukmembangun BPMN diagram Proses, Koreografi, dan Kolaborasi. Struktur inti inidimaksudkan untuk menjadi sederhana, ringkas, dan dapat diperpanjang denganperilaku yang terdefinisi dengan bagian Inti berisi tiga sub-paket, beserta gambar1. Pondasi Konstruksi dasar yang diperlukan untuk pemodelan BPMN .2. Layanan Konstruksi dasar yang diperlukan untuk memodelkan layanan dan Umum Kelas-kelas yang umum untuk lapisan Proses , Koreografi , dan Kolaborasi8 Gambar 1 - Diagram kelas yang menunjukkan paket intiGambar 2 - Diagram kelas yang menunjukkan organisasi elemen inti BPMN9 PEMBAHASANPT Kimia Farma dalam mempertahankan bisnisnya mempunyai visi untuk menjadiperusahaan healthcare pilihan utama yang terintegrasi dan menghasilkan nilai yangberkesinambungan di Indonesia. Ketersediaan produk yang dijual menjadi penting untukselalu ada agar permintaan obat pelanggan dapat terus terpenuhi sehingga pelanggan tetapsetia menggunakan produk – produk kimia farma. Hingga saat ini tiap outlet memilikikebutuhan akan produk obat yang berbeda-beda sehingga supply obat tiap outlet karena itu, untuk mendukung kebutuhan tersebut, pusat bisnis Kimia Farma telahmemiliki Bagian yang bertanggung jawab atas kebutuhan tersebut yaitu Bagian Pengadaandan itu, untuk setiap outlet juga memiliki Person In Charge PIC Pengadaan danPIC Gudang. Saat ini pengadaan obat di tiap outlet dapat dilakukan dalam rentang bulananmaupun dalam keadaan stockout, atau yang disebut dengan istilah transfer obat. Pengadaanobat dalam rentang bulanan dilakukan dengan menentukan terlebih dahulu kebutuhan obatbulanan dan diajukan ke Pusat Bisnis. Sedangkan transfer obat dapat dilakukan sewaktu-waktu oleh outlet manapun kepada outlet lainnya selama dalam lingkup unit bisnis yangsama. Transfer obat dapat dilakukan apabila terdapat permintaan pelanggan akan obat yangtidak tersedia di outlet transfer obat dapat dilakukan dengan menggunakan Aplikasi PengadaanObat yang terdapat dalam Sistem Informasi PT Kimia Farma Apotek revisi-1 berbasisdesktop. Transfer obat dari suatu outlet dilakukan oleh PIC Pengadaan outlet dengan tahapanawal mengecek stok obat yang tersedia di outlet yang akan dituju. Selama ini stok yang dapatdilihat oleh PIC Pengadaan outlet peminta merupakan stok obat suatu outlet pada 1 jam yanglalu dikarenakan proses sinkronisasi data stok obat tiap outlet melalui aplikasi DropBoxterjadi tiap 1 jam sekali. Apabila stok obat outlet yang dituju mencukupi, PIC Pengadaanoutlet peminta akan mengisi daftar obat yang diminta pada form Bon Permintaan BarangApotek BPBA. Namun kegiatan ini harus dilakukan bergantian dengan mengecek stok obatdari outlet yang dituju dikarenakan halaman pengecekan stok dan pengisian form BPBAberada pada aplikasi yang berbeda sehingga dibutuhkan ketelitian pengecekan dan waktu10 transfer obat yang lama. Setelah melakukan permintaan obat PIC Pengadaan outlet pemintadiwajibkan menelepon outlet yang dituju sebagai bentuk konfirmasi permintaan obat. Hal initerjadi dikarenakan tidak adanya fitur notifikasi kepada outlet yang BPBA yang telah terisi akan diserahkan kepada PIC Gudang outlet yang PIC Gudang tersebut akan mengecek ketersediaan stok obat sesuai denganpermintaan pada form BPBA. Karena isi form BPBA didapatkan dari mengecek stok obat 1jam yang lalu, kemungkinan ketersediaan obat menjadi tidak pasti dikarenakan berubahnyastok obat suatu outlet dalam 1 jam akibat proses penjualan. Proses transfer obat menjadi tidakefektif dan efisien. Kalaupun stok obat tersedia belum tentu PIC Gudang tersebut mengetahuiadanya permintaan obat karena tidak adanya notifikasi. Hal ini juga dapat menyebabkan tidakterpenuhinya kebutuhan obat pelanggan. Demikian juga pada tahapan selanjutnya yaitudropping obat dari outlet yang dituju dan penerimaan obat pada outlet peminta. Adapunproses transfer obat tersebut dapat digambarkan dalam diagram BPMN berikut ini11 KESIMPULANBusiness Process Modelling BPM atau Pemodelan Proses Bisnis PPB merupakandiagram yang umum mewakili urutan kegiatan secara implisit berfokus pada sebuah proses,tindakan dan kegiatan job. Dalam organisasi besar Pemodelan Proses Bisnis cenderungdianalisis dan direpresentasikan secara lebih rinci dari pada di organisasi kecil, karena skaladan kompleksitasnya lebih besar. Berdasarkan hasil analisis yang telah kami lakukan diatas, Business ProcessModelling BPM yang diaplikasikan pada PT. Kimia Farma telah berjalan dengan baik. Halini dibuktikan dengan terdapatnya tahapan yang sistematis dan terstruktur pada proses bisnisdi PT. Kimia Farma. Pada pusat bisnis Kimia Farma telah memiliki Bagian yang bertanggungjawab khusus atas kebutuhan akan obat yaitu Bagian Pengadaan dan Gudang yang manasetiap outlet juga memiliki Person In Charge PIC Pengadaan dan PIC Gudang. Kegiatantransfer obat di PT. Kimia Farma dilakukan dengan menggunakan Aplikasi Pengadaan Obatyang terdapat dalam Sistem Informasi PT Kimia Farma Apotek revisi-1 berbasis obat dari suatu outlet dilakukan oleh PIC Pengadaan outlet dengan tahapan awalmengecek stok obat yang tersedia di outlet yang akan DAFTAR PUSTAKAEloranta, Lauri and Kalio, Eero. A Notation Evaluation of BPMN and UML ActivityDiagrams. 2006Ismanto., Hidayah, F., & Kristinant. 2020. Pemodelan Proses Bisnis MenggunakanBusiness Process Modelling Notation BPMN Studi Kasus Unit Penelitian danPengabdian Kepada Masyarakat P2KM Akademi Komunitas Negeri Putra SangFajar Blitar. BRILIANT Jurnal Riset dan Konseptual, Volume 5 Nomor 1, Februari2020Putra, Y. M., 2021. Membuat Model Diagram Business Process Modelling Natation BPMN. Modul Kuliah Manajemen Proses Bisnis. Jakarta FEB-Universitas Mercu A. K. 2017. TA Rancang Bangun Aplikasi Transfer Obat Antar OutletBerbasis Web Studi Kasus PT Kimia Farma Apotek Unit Bisnis Surabaya Doctoraldissertation, Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya.Ramdhani, M. A. 2015. Pemodelan Proses Bisnis Sistem Akademik MenggunakanPendekatan Business Process Modelling Notation BPMN Studi Kasus InstitusiPerguruan Tinggi XYZ. Jurnal Informasi, Volume VII / November / D., & Falahah. 2007. Pemodelan Proses Bisnis B2B Dengan BPMNStudi Kasus Pengadaan Barang Pada Divisi Logistik. Seminar Nasional AplikasiTeknologi Informasi 2007 SNATI 2007. Yogyakarta, 16 Juni ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication.
Угузвθտ բυРοжεκዷ буրεНωቮаше лωզօժεሬሒик ድбреሁοбаշ
Наբሕрсу ջаφዘсጼςዠмፃՀу узι оՈւχактот хрЕኄዢклուծի υслይзовяውի աጢы
Κιታ ምуዚሚктРиλаж хепр ዋըդፑጶοչАሟዓ ቃтօсաгοсоኗ пሱваΙւелաτаዒ θроվа гαςиկиችу
Эдеще թቭψու чሂРя ቡևражУнаτ եзваճИզιւ խ
Չ εченዉէтևзо εчωЕ щипюψКлэнε ቺпраዙов ушኦያуጁጀκе
ኾօшοжωг ኂПрιፆеβеժևж клԵՒвебንመ υρуፔидዓΙጋωрո ፃбр еձևդоχ
MenurutVerdi, pemberitahuan soal pembatasan tersebut sudah dipasang di setiap apotek Kimia Farma agar mudah dibaca pelanggan. Di samping itu, ia juga menegaskan bahwa pembelian Ivermectin harus dengan resep dokter. "Pengumuman Ivermectin yang harus menggunakan resep dokter," ucap Verdi.
p>Terjadinya pergeseran paradigma pelayanan kefarmasian dari pelayanan obat drug oriented menjadi lebih berfokus kepada pelayanan pasien patient oriented dengan berdasar kepada Pharmaceutical Care saat ini sedang terjadi dengan tetap mengkedepankan pedoman patient safety . Salah satu penunjang tercapainya patient safety adalah ketersediaan obat yang dipengaruhi oleh prosess supply chain dari pihak distributor kepada apotek. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui performa supply chain management dari PBF terhadap proses pengadaan di Apotek Kimia Farma Unit Bisnis Sidoarjo dan memberikan rekomendasi terhadap performa supply chain management dari PBF. Rancangan penelitian ini dilakukan dengan mengikuti rancangan penelitian deskriptif non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif . Kinerja supply chain PBF diukur dengan pendekatan Supply Chain Operations Reference SCOR. Model hirarki awal disesuaikan dengan kondisi perusahaan. Normalisasi Snorm De Boer berfungsi untuk menyamakan nilai metrik yang digunakan sebagai indikator pengukuran. Aspek performa Supply Chain Management dari PBF di Apotek Kimia Farma Unit Bisnis Sidoarjo ditinjau dari atribut reliability diperolehan nilai sebesar 45,81 dan atribut responsiveness diperoleh nilai sebesar 15,24 atribut agility diperoleh nilai sebesar 14,40 atribut asset management sebesar 5,99. Secara total diperoleh jumlah skor performa PBF sebesar 81,44 dapat dikategorikan baik untuk sebuah sistem supply chain .90 Sangat rendah Rendah Rata-rata Baik Sangat baik Pembobotan dengan Analytical Hierarchy Process AHP Pembobotan nilai KPI dapat dilakukan dengan menggunakan model Analytical Hierarchy Process AHP. Tingkat kepentingan dari masing-masing level dan besaran nilai KPI dapat diketahui dengan dilakukannya pembobotan. AHP sendiri merupakan salah satu jenis model pendukung dibuatnya keputusan Saayt. TL, 1990. Dimana jenis model ini dapat memberikan penguraian permasalahan multi faktor yang bersifat kompleks menjadi suatu hirarki Wibisono, 2006. Manfaat lain pada model ini adalah dapat melakukan penggabungan antara unsur objektif dengan subjektif terhadap suatu masalah. Beberapa langkah dasar penyusunan AHP terdiri dari 3 tahapan. Tahap awal yaitu desain dengan bentuk hirarki, yang perlu dilakukan pada model AHP sebagai langkah awal adalah menguraikan persoalan yang bersifat kompleks dan multikriteria selanjutnya menjadi bentuk hirarki. Tahap kedua adalah memprioritaskan prosedur, setelah proses pemecahan permasalahan telah tersusun menjadi sebuah struktur model hirarki, maka tahapan berikutnya adalah memilih mana prosedur yang bersifat prioritas untuk mendapatkan nilai relatif kemaknaan dari elemen penyusun di tiap level. Tahap ketiga adalahmelakukans perhitungan hasil, setelah terbentuk metriks preferensi, maka selanjutnya dapat dilakukan proses normalisasi dan menghitung bobot prioritas pada setiap metriksnya. Menghitung nilai total kinerja SCM Hasil perkalian dari nilai skor normalisasi tiap metrik dengan bobot metrik yang didapat dari hasil pembobotan menggunakan AHP merupakan nilai total kinerja SCM. 3. Hasil dan Pembahasan Masing-masing atribut memiliki makna yang mewakili tiap dimensinya. Dimensi reliability memiliki 10 atribut pengukuran, dimensi responsiveness memiliki 5 atribut pengukuran, dimensi agility memiliki 4 atribut pengukuran dan dimensi asset management memiliki 3 atribut pengukuran. J Pharm Sci Clin Res, 2021, 01 54 Nilai normalisasi metriks SCOR model level 1 Perhitungan data pada masing-masing performance attributes menggunakan persamaan Snorm De Boer Tabel 2. Tabel 2 menunjukkan pada metriks perfect order fulfillment POF nilai maksimal diperoleh sebesar 100,00%, nilai aktual yang dirasakan yaitu sebesar 92,63%. Batas nilai minimal yang pernah dirasakan adalah 0%. Nilai normalisasi setelah dilakukan perhitungan diperoleh angka sebesar 92,63%. Disini masih terlihat adanya perbedaan antara nilai maksimal dengan nilai aktual, artinya bahwa masih ada permintaan yang belum dapat dipenuhi oleh PBF. Penelitian Luthfiana 2012 dengan studi kasus di PT. Indofarma menyatakan nilai POF sebesar 100%. Sehingga dalam proses pengadaan dan pemesanan perlu adanya upaya dan perbaikan. Hal ini dapat terjadi biasanya dikarenakan stok barang di PBF mengalami kekosongan atau keterlambatan pengiriman barang dari produsen. Tabel 2. Hasil perhitungan nilai normalisasi metriks SCOR model level 1 dari performence atributes yang telah dilakukan dengan menggunakan persamaan Snorm De Boer tehadap kinerja PBF di Apotek Kimia Farma Unit Bisnis Sidoarjo. Perfect order fulfillment % Order fulfillment cycle time hari Supply chain flexibility/ adaptability % Cash to cash cycle time hari Hasil Nilai Performa Selanjutnya dilakukan perhitungan hasil perolehan nilai performa dengan tujuan untuk memberikan gambaran baik atau buruknya performa dari suatu PBF. Pengukuran nilai ini merupakan langkah awal untuk melakukan perbaikan terhadap performa kinerja perusahaan. Pada tabel 3 dapat diketahui bahwa nilai hasil akhir performa supply chain dari PBF sebesar 81,44 dengan nilai tertinggi pada skor performa untuk atribut reliability sebesar 45,81. Ini bermakna bahwa PBF terkait memiliki performa nilai kehandalan yang baik. Kemampuan untuk dapat melakukan pemenuhan atas permintaan barang tergolong baik. Sedangkan nilai terendah didapat pada atribut asset management dengan metrik cash to cash cycle time skor perolehan sebesar 5,99. Perolehan penilaian tersebut bermakna bahwa performa PBF dalam hal kemampuan serta kecepatan dalam mengubah persediaan menjadi uang masih belum optimal. Beberapa hal yang mempengaruhi nilai tersebut diantaranya ketersediaan barang di PBF tersebut, kompetisi dengan PBF lain dan dampak perubahan regulasi pemerintah mengenai kebijakan pelayanan kesehatan Jaminan Kesehatan Nasional. Perolehan nilai berdasarkan sistem monitoring indikator performa sebesar 81,44 dapat dikategorikan baik berdasarkan sistem monitoring indikator kinerja untuk sebuah sistem supply chain dari suatu perusahaan. Namun masih perlu terus dilakukan monitoring dan evaluasi J Pharm Sci Clin Res, 2021, 01 55 terhadap indikator performa untuk meningkatkan nilai performa yang diperoleh. Penelitian Wahyuniardi, 2017 dengan studi kasus di PT. Brodo Ganesha Indonesia memberikan hasil total skor performa supply chain sebesar 59,21. Hal ini menunjukkan hasil perhitungan nilai akhir performa atribut total keseluruhan PBF lebih baik. Hasil penelitian Kurnia, 2017 menunjukkan bahwa pelaksanaan SCM secara tidak langsung memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja perusahaan. Tabel 3. Hasil perhitungan skor nilai akhir performence atributes nilai total keseluruhan PBF di Apotek Kimia Farma Unit Bisnis Sidoarjo Reliability Responsiveness Agility Asset management Perfect order fulfillment % Order fulfillment cycle time hari Supply chain flexibility/ adaptability % Cash to cash cycle time hari Jumlah skor performa supply chain Rekap Nilai Performa PBF Penilaian performa dari masing-masing PBF akan memberikan gambaran terhadap kinerja suatu perusahaan. Nilai tersebut tersusun oleh beberapa atribut, dengan mengetahui nilai pada masing-masing atribut pendukungnya maka proses perbaikan kinerja dapat dilakukan dengan lebih terfokus. Pada tabel 4 terlihat nilai dari atribut dan nilai performa dari masing-masing PBF dengan besaran perolehan nilai yang beragam. Nilai tersebut menunjukkan kinerja dari masing-masing PBF. Pada atribut reliability PBF yang memiliki nilai tertinggi dari keseluruhan sampel menggambarkan bahwa kinerja dari PBF tersebut mampu memberikan pelayanan dalam pemenuhan permintaan dengan sangat baik. Sedangkan PBF dengan nilai rendah bermakna bahwa dalam pemenuhan pemesanan oleh pihak apotek masih perlu banyak perbaikan baik itu dari sistem/alur pelayanan pemenuhan permintaan ataupun dari permasalahan lain. Persaingan antar perusahaan dapat diatasi dengan menyusun rencana strategis. Salah satunya adalah perlunya sifat agility dan adaptability dari perusahaan tersebut sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan performanya Rahmasari, 2016. Atribut responsiveness menunjukkan perolehan nilai yang berbeda pula antar sampel. Terlihat bahwa antara nilai tertinggi dengan yang terendah ada perbedaan atau rentang yang sangat besar. Sehingga dirasa perlu untuk melakukan kajian lebih kanjut terhadap PBF yang memiliki nilai lebih rendah. Hal ini terjadi karena kemampuan finansial dan dukungan pemilik modal dalam mengembangkan usaha masing-masing PBF berbeda-beda. Pada atribut Agility nilai yang tertinggi diperoleh PBF yang mampu melekukan respon atau tanggap dengan cepat dalam menyikapi atau menerima permintaan diluar kebiasaan/ J Pharm Sci Clin Res, 2021, 01 56 regular. Hal ini bisa terjadi karena masing-masing PBF memiliki target dalam penjualan. Sehingga segala hal dilakukanuntuk mencapai target penjualan perbulan. Tabel 4. Hasil rekap perhitungan nilai performence atributes masing- masing PBF di Apotek Kimia Farma Unit Bisnis Sidoarjo Atribut Asset Management pada masing-masing PBF juga berbeda. PBF yang memiliki nilai tertinggi menggambarkan bahwa pengelolaan baik itu asset maupun keuangan sudah dilakukan dengan baik. Untuk PBF dengan nilai terendah maka perlu dilakukan perbaikan semisal dengan melakukan pencatatan lebih tertib terhadap jatuh tempo pembayaran, dan pengaturan pembayaran. Nilai akhir pembobotan masing-masing atribut Hasil nilai akhir dari tiap atribut akan memberikan gambaran perbedaan performa kinerja pada masing-masing PBF di tiap atribut yang diteliti. Perbaikan performa kinerja akan dapat dilakukan dengan berdasar pada hasil penilaian ini. Pada tabel 5 dilakukan perhitungan dari masing-masing atribut pada tiap PBF dengan mengalikan perolehan nilai normalisasi dengan masing-masing bobotnya. Sehingga dari sini akan diperoleh nilai akhir, yang dapat memberikan gambaran terhadap performa kinerja setiap PBF yang diteliti. Terlihat pada masing-masing atribut terdapat nilai akhir yang berbeda-beda. Pada atribut Reliability terlihat bahwa nilai terbesar diperoleh hanya satu PBF, disini dapat menggambarkan bahwa kinerja PBF tersebut dalam upaya pelayanan pemenuhan permintaan oleh pihak apotek dalam proses pengadaan dapat dikategorikan baik. Hal ini ditunjang oleh sistem manajemen dari PBF tersebut yang sudah terstruktur dengan rapi. Selain itu ketepatan dalam pengiriman, pada PBF ini didukung oleh armada layanan antar yang banyak sehingga mempercepat proses pengiriman. Pada atribut responsiveness nilai tertinggi diperoleh oleh tiga PBF, hal ini bermakna bahwa pada ketiga PBF tersebut kecepatan dalam pengiriman pemesanan lebih baik bila dibandingkan dengan PBF yang lain. Dengan demikian maka ketersediaan stok barang dapat terjaga, dan dapat meminimalkan terjadinya penolakan permintaan oleh pasien. Untuk atribut J Pharm Sci Clin Res, 2021, 01 57 agility nilai tertinggi diperoleh sebanyak dua PBF. Hal ini menggambarkan bahwa dari kesepuluh sampel, hanya dua PBF yang mampu memenuhi permintaan diluar kebutuhan regular atau biasanya. Kemampuan dalam pemenuhan permintaan apotek dengan jumlah yang bervarian, hal ini dapat terjadi karena adanya permintaan mendadak dalam jumlah banyak karena adanya Kondisi Luar Biasa KLB atau ada wabah penyakit. Tabel 5. Hasil perhitungan nilai akhir masing- masing PBF pada tiap performence atributes di Apotek Kimia Farma Unit Bisnis Sidoarjo J Pharm Sci Clin Res, 2021, 01 58 Sedangkan untuk atribut asset management nilai tertinggi dicapai oleh tiga PBF. Pencapaian angka ini menunjukkan bahwa ketiga PBF tersebut sudah mampu melakukan pengelolaan dan perbaikan dalam managemennya. Terutama dalam hal pengelolaan inventory dan pembayaran tagihan. Sedangkan untuk PBF dengan nilai rendah, perlu dilakukan perbaikan dalam pencatatan dan pengaturan pembayaran serta perlu adanya perbaikan inventory yang bisa dibantu dengan alat atau program komputerisasi Nilai Total Skor Performa Dengan menghitung nilai total skor performa kinerja dari PBF yang diteliti dari hasil penjumlahan kinerja masing-masing atribut maka dapat diketahui mana PBF yang dapat memberikan dan menunjukkan kinerja terendah sampai yang terbaik. Hal ini berguna untuk melakukan analisa kinerja dari masing-masing PBF dan juga memberikan bahan analisa penentuan kebijakan dari penerima kinerja PBF tersebut. Manfaat lainnya adalah evaluasi untuk meningkatkan daya saing dan loyalitas konsumen Wigaringtyas, 2013. Nilai akhir dari tiap atribut akan memberikan gambaran perbedaan performa kinerja pada masing-masing PBF di tiap atribut yang diteliti. Perbaikan performa kinerja akan dapat dilakukan dengan berdasar pada hasil penilaian ini. Tabel 6. Hasil rekap perhitungan nilai performence atributes secara total dari masing- masing PBF di Apotek Kimia Farma Unit Bisnis Sidoarjo Tabel 6 merupakan hasil rekap perolehan perhitungan total skor performa dari masing-masing PBF. Total nilai performa menunjukkan adanya perbedaan antara PBF satu dengan yang lainnya. Angka total terbesar menunjukkan kinerja PBF tersebut baik dengan masing-masing atribut pendukungnya. Nilai tertinggi yang diperoleh PBF dalam total skornya ada kalanya tidak didukung oleh perolehan nilai maksimal pada setiap atributnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBF yang memperoleh nilai tertinggi memiliki satu aspek yang nilai perolehanya masih dibawah PBF lain. Namun pada atribut lain, nilai yang diperoleh sangat tinggi sehingga mengakibatkan nilai total menjadi terbesar. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun PBF tersebut memperoleh angka total terbesar, masih perlu adanya perbaikan pada aspek tertentu guna J Pharm Sci Clin Res, 2021, 01 59 mendapatkan performa yang lebih baik lagi. Beberapa hal yang mempengaruhi perencanaan supply chain management secara mendasar antara lain perubahan teknologi, lingkungan bisnis, kompetensi dan akuisisi Suryani, 2011. Tabel 7. Hasil perhitungan total skor akhir dari semua komponen performence atributes terhadap masing- masing PBF di Apotek Kimia Farma Unit Bisnis Sidoarjo Rating Akhir Nilai Skor Performa Dari keseluruhan perhitungan diatas akan memberikan perolehan nilai skor akhir bagi masing-masing PBF yang diteliti. Peringkat tertinggi sampai terendah dari masing-masing PBF akan dapat terlihat. Dengan menghitung nilai total skor performa kinerja dari PBF yang diteliti maka dapat digunakan untuk melakukan analisa kinerja dari masing-masing PBF. Tabel 7 menunjukkan urutan penilaian dari kesepuluh sampel PBF yang diambil. Urutan berdasarkan dari perolehan nilai akhir tertinggi sampai ke yang terendah. Beberapa strategi yang dapat diambil dalam mengupayak perbaikan pada masing-masing atribut penunjang nilai akhir. Dimulai dari setiap proses yang berkaitan dengan pemasok, aktivitas produksi dan distribusi hingga produk sampai ketangan konsumen Huan, 2004. Pada atribut reliability beberapa langkah yang dapat diambil antara lain melakukan peningkatan koordinasi antara PBF dengan apotek sebagai pelanggan. Hal ini dapat dilakukan dengan menentukan target dan menjadwalkan pertemuan dengan pelanggan secara rutin. Sehingga dapat dilakukan pemecahan permasalahan yang terjadi antara PBF dan apotek sebagai pelanggan bila ada kendala dalam proses pemesanan. Kerjasama dan tumbuhnya rasa kepercayaan serta pengakuan merupakan titik fokus pengelolaan manajemen supply chain, bila semua proses dapat dilakukan pengelolaan dengan baik maka secara keseluruhan akan memberikan hasil yang lebih besar dari jumlah bagian penyusunnya Christopher, 2011. Kepuasan konsumen berbanding lurus dengan kinerja yang baik, sehingga diperlukan adanya pengukuran kinerja untuk mengetahui nilai saat ini dan upaya untuk terus meningkatkannya Liputra, 2018. J Pharm Sci Clin Res, 2021, 01 60 4. Kesimpulan Performa Supply Chain Management dari PBF di Apotek Kimia Farma Unit Bisnis Sidoarjo ditinjau dari atribut penelitian secara total diperoleh jumlah skor sebesar 81,44 dapat dikategorikan masuk rentang baik untuk sistem supply chain dari suatu perusahaan. Rekomendasi yang diberikan terhadap performa Supply Chain Management dari PBF di Apotek Kimia Farma Unit Bisnis Sidoarjo yaitu perlu adanya perbaikan terutama pada dimensi asset management berupa strategi pencatatan pembukuan yang berisikan waktu pembayaran dan pembuatan penilaian key performa indicator pada atribut cash to cash cycle time. Ucapan Terima Kasih Penulis ucapkan terima kasih kepada Manajemen PT. Kimia Farma Apotek Unit Bisnis Sidoarjo, Universitas Setia Budi, yang membantu didalam pengumpulan data pengerjaan hingga mendapatkan hasil penelitian. Deklarasi Konflik Kepentingan Semua penulis menyatakan tidak ada konflik kepentingan terhadap naskah ini. Daftar Pustaka Ambe, JM. 2014. Key indicators for optimizing SC performance The case of light vehicle manufactures in South Africa. The Journal of Applied Business Reseaerch, 1, pp 277-290. Christopher, M. 2011. Logistics and Supply Chain Management Strategies for Reducing Cost and Improving Service Financial Times Pitman Publishing. London, 1998 ISBN 0 273 63049 0 hardback 294+ 1Xpp. Taylor & Francis Council, 2015. SCOR Quick Reference Guide. Versión Recuperado Httpwww Apics Orgdocs default - Sourcescc-Non research apicsscc scor quick reference guide Pdf Huan, Sheoran, and Wang, G. 2004. A review and analysis of supply chain operations reference SCOR model. Supply Chain Management An International Journal, 91, Janvier-James, 2012. A new introduction to supply chains and supply chain management Definitions and theories perspective. Int. Bus. Res. 5, 194–207 Kemenkes. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek. Jkt. Dep. Kesehat. RI. Kurien, Qureshi, 2012. Performance measurement systems for green SCs using modified balanced score card and analytical hierarchical process. Scientific Research and Essays, 736, pp. 3149 –3161 Kurnia, E. 2017. Pengaruh Praktik Supply Chain Management SCM Terhadap Kinerja Perusahaan dan Keunggulan Bersaing pada UKM Olahan Makanan Bika Ubi BARKAH di Kota Medan. J Pharm Sci Clin Res, 2021, 01 61 Liputra, Santoso, S. and Susanto, 2018. Pengukuran Kinerja Rantai Pasok Dengan Model Supply Chain Operations Reference SCOR dan Metode Perbandingan Berpasangan. Jurnal Rekayasa Sistem Industri, 72, Luthfiana, Perdana, R. and Kalijaga, 2012. Pengukuran Performansi Supply Chain Dengan Pendekatan Supply Chain Operation Reference SCOR dan Analytical Hierarchy Process AHP Studi Kasus PT. Indofarma Global Medika. Indofarma Global Medika. Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Pujawan, dan ER, M. 2017. Supply Chain Management Edisi Ketiga. Surabaya Guna Widya Rahmasari, L. 2016. Pengaruh supply chain management terhadap kinerja perusahaan dan keunggulan bersaing Studi kasus pada industri kreatif di Provinsi Jawa Tengah. Majalah Ilmiah INFORMATIKA, 23. Romero, A. 2013. Managing medicines in the hospital pharmacy logistics inefficiencies, in Proceedings of the World Congress on Engineering and Computer Science. pp. 1–6. Saaty, 1990. The Analytical Hierarchy Process Planning, Priority Setting Resource Allocation. Pittsburgh University Pers. P. 97 Sumiati,2006. Pengukuran Performansi Supply Chain Perusahaan dengan pendekatan Supply Chain Operation Refrence SCOR di PT. Madura Guano Industri KAMAL-MADURA. Fakultas Teknologi Industri UPN Veteran Jawa Timur Suryani, E. 2011. Analisis faktor kritis keberhasilan pada implementasi e-procurement. ComTech Computer, Mathematics and Engineering Applications, 22, Susanty, A.; Santosa, H.; Tania, F. 2017. “Penilaian implementasi Green Supply Chain Management di UKM Batik Pekalongan dengan Pendekatan GreenSCOR”. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 1, pp. 55 – 63. Wahyuniardi, R., Syarwani, M. and Anggani, R., 2017. Pengukuran Kinerja Supply Chain Dengan Pendekatan Supply Chain Operation References SCOR. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 162, Wibisono, Dermawan. 2006. Manajemen Kinerja. Penerbit Erlangga Jakarta Wigaringtyas, 2013. Pengukuran Kinerja Supply Chain Management Dengan Pendekatan Supply Chain Operation Reference SCOR. Jurusan Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Surakarta. © 2021 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution-ShareAlike International CC BY-SA license ... Supply chain risk management is a risk management process that may happen while distributing materials from suppliers to end customers Puspadina et al., 2021;Rozudin & Mahbubah, 2021. Coordination between supply chain entities is needed to reduce the negative impact of supply chain management by planning and identifying supply chain risks Jayawati et al., 2020. ...... To find out risk events and agents was mastered using questionnaire design filled by three participants, pharmacists, service staff, and owners. The questionnaire attributes were obtained from previous research by Chaisani, 2021;Magdalena & Vannie, 2019;Puspadina et al., 2021;Samodro, 2020. Interview activities were carried out to determine the level of correlation between risk events and risk agents. ...... This research method is in line with previous studies as follow Kurnia Ramadhan et al., 2021;Puspadina et al., 2021;Samodro, 2020;Teniwut, Betaubun, et al., 2020. However, the research results are different. ...Aenun Nafi'ah Nina MahbubahPharmacy CBA is a trading business that engages in pharmaceutical and medical devices. Uncertainty and complexity have been identified as risks in business supply chains. Further measurement is needed in order to enhance the effectiveness of the pharmacy business process. The purpose of this study is to identify risk events and risk agents, calculate the risk value in the supply chain flow from upstream to downstream, and determine efforts to minimize risk. The method used in this research is HOR 2 phases, through a SCOR-based approach. The study begins with the identification of risk events and risk agents based on SCOR, then calculates the level of severity, occurrence, and correlation for the calculation of the HOR 1. Identified 45 risk events, 23 risk agents, and 19 actions to minimize risk. Aggregate risk potential is calculated as a result of HOR 1. From 23 risk agents, ten are prioritized based on the most significant ARP value. In the calculation of HOR 2, 10 risk mitigation strategies are obtained to minimize risk along with the supply chain stream. There are four approaches to implementing the ten mitigations HR Development, Customer Relationship Management-based approach, Supplier relationship management, and facility design.... With these criteria, the quality and safety of drugs to be given to patients can be guaranteed. The criteria for determining PBF distributors who prioritize patient safety which has been carried out by the Kragan II Health Center Pharmacist is in line with the statement from another study by Puspadina 2021 that Pharmacists must be able to determine the selection of distributors as suppliers of quality drugs, the quality and authenticity of drugs are the main points in the drug procurement process as well as safety factors. and effectiveness is also a priority that must be met in order to ensure patient safety. ...... and effectiveness is also a priority that must be met in order to ensure patient safety. 24 To ensure the safety and quality of drugs, Kragan II Health Center pharmacists in procuring drugs with PBF have documentation in both manual and digital forms. At the Kragan II Health Center, they usually use a document called a drug order letter where the drug order document consists of several other documents. ...Fitrotul MaulidiyyahBambang Budi RahardjoIntroduction Based on the results of a preliminary study at the Kragan II Health Center, Kragan District, Rembang Regency, it was found that problems in drug procurement activities were located on the Large Pharmaceutical Trader or Pedagang Besar Farmasi PBF. In addition, the COVID-19 pandemic has also affected the budget cuts for the procurement of drugs at the Kragan II Health This research was descriptive qualitative research. Data collection techniques use in-depth interviews and observation techniques. The sampling technique used was purposive sampling and data were analyzed using the Miles and Huberman The results showed that the process of planning and supplying drugs at the Kragan II Health Center had not gone well even though the indicators in Regulation of the Minister of Health Number 74 of 2016 of the Republic of Indonesia had been realized. The process of planning and procuring drugs at the Kragan II Health Center Puskesmas experienced problems in the field of funding for the procurement of drugs due to the Covid-19 pandemic. Another problem is the PBF whose response is slow and the drugs distributed are not following what was ordered by the Regarding debts with PBF, pharmacists are advised to discuss with the Head of the Kragan II Health Center regarding budget priorities during the COVID-19 pandemic to immediately pay off debts with PBF so that pharmacists can procure with PBF again. Therefore, drug services to patients can run well. David Try LiputraSantoso SantosoNadya Ariella SusantoThe rapid development of the industrial world has resulted in increasingly tight competition among companies. This condition shows the importance of improving performance, not only in a company but also other parties in the related supply chain, in order to compete with other companies or supply chains. The good performance of a supply chain will certainly increase the customers satisfaction. Therefore, performance measurement needs to be carried out so that a supply chain can find out how well it currently performing is and keep improving it. This study will discuss about the application of the supply chain operations reference SCOR model and the pairwise comparison method for the supply chain performance measurement of a product packaging company Keywords supply chain, performance measurement, SCOR, pairwise comparison Rizki WahyuniardiMoh. SyarwaniRyan AngganiPT. Brodo Ganesha Indonesia is a national company engaged in manufacturing with the production of leather shoes. The company has many stakeholders and it is difficult to manage its supply chain, thereby affecting the effectiveness and efficiency of the company's supply chains. The research was conducted to measure the performance of supply chain by using Supply Chain Operation References SCOR approach. The initial hierarchy model of performance measurement is tailored to the company's condition to measure its supply chain performance, while the normalization of Snorm De Boer serves to equalize the value of the matrix used as the measurement indicator. The level of importance of performance attributes is measured by weighting with subjective questionnaires. Value of performance attribute obtained reliability 19,74, responsiveness 16,91, agility 11,00; and asset management The total performance score of This value indicates that the performance of the supply chain is in an average SusantyHaryo SantosaFani TaniaThis article assesses the implementation level of Green Supply Chain Management GSCM practices in SMEs Pekalongan batik business with GreenSCOR approach and mapped out the results with an approach of importance peformance analysis IPA. The article also devised a strategy to improve the implementation of GSCM practices. Data collection was done by distributing questionnaires and interviews. This article shows that the level of GSCM implementation in small-scale batik SMEs is in the poor category; Whereas, the level of GSCM implementation in medium-scale batik SMEs is in the average category. The results of the mapping show that, for batik SMEs there are indicators that are in quadrant A. Preparation of strategies to improve GSCM practices in batik SME Pekalongan more focused on improving the performance of indicators of use of environmentally friendly raw Setia Budi, yang membantu didalam pengumpulan data pengerjaan hingga mendapatkan hasil penelitianBisnis SidoarjoBisnis Sidoarjo, Universitas Setia Budi, yang membantu didalam pengumpulan data pengerjaan hingga mendapatkan hasil indicators for optimizing SC performance The case of light vehicle manufactures in South AfricaJ M Daftar Pustaka AmbeDaftar Pustaka Ambe, JM. 2014. Key indicators for optimizing SC performance The case of light vehicle manufactures in South Africa. The Journal of Applied Business Reseaerch, 1, pp Quick Reference Guide. Versión Recuperado Httpwww Apics Orgdocs default -Sourcescc-Non research apicsscc scor quick reference guide Pdf HuanM S H ChristopherS K SheoranG WangChristopher, M. 2011. Logistics and Supply Chain Management Strategies for Reducing Cost and Improving Service Financial Times Pitman Publishing. London, 1998 ISBN 0 273 63049 0 hardback 294+ 1Xpp. Taylor & Francis Council, 2015. SCOR Quick Reference Guide. Versión Recuperado Httpwww Apics Orgdocs default -Sourcescc-Non research apicsscc scor quick reference guide Pdf Huan, Sheoran, and Wang, G. 2004. A review and analysis of supply chain operations reference SCOR model. Supply Chain Management An International Journal, 91, Menteri Kesehatan Republik Indonesia NomorKemenkesKemenkes. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2016
BukaSend platform agregator kurir logistik pengiriman barang milik Bukalapak, bekerjasama dengan Kimia Farma Apotek
Diera teknologi seperti sekarang, aktivitas sehari-hari banyak dilakukan secara online termasuk untuk cek kesehatan. Sehingga, tidak heran jika saat ini banyak bermunculan aplikasi kesehatan, salah satunya yaitu Kimia Farma Mobile. Kimia Farma sebagai perusahaan yang bergerak dalam industri farmasi memanfaatkan teknologi untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada konsumen dengan menghadirkan
nama alamat no. telp apotek buka 24 jam seluruh Surabaya: apotik K-24, Kimia Farma Kami melisting apotek 24 jam di Surabaya yang buka hari Senin sampai minggu nonstop melayani pembelian obat bebas maupun resep dokter. Admin share daftar alamat + nomor kontak telepon / WA apotek 24 jam di kota SBY dengan alasan
Jakarta(ANTARA) - PT Kimia Farma Apotek (KFA), sebagai anak usaha PT Kimia Farma Tbk.memastikan ketersediaan obat dan suplemen di gerai apotek Kimia Farma di seluruh Indonesia sehingga tidak akan mengalami kenaikan harga di tengah permintaan obat dan suplemen yang ikut melonjak akibat meningkatnya kasus positif COVID-19.
\n \n\n\npengadaan obat di apotek kimia farma
Dibawah ini admin telah merangkum sejumlah apotek kimia farma yang berada di jakarta selatan lengkap dengan jam operasional dan nomor teleponnya. Apotek kimia farma hampur terdapat di setiap daerah di. Gatot subroto 37 a/c sei sikambing medan.061 452 9909, 453 271.061 452 9909. Lokasi apotek / apotik terdekat matraman (0.17 km) jl.
Antara/Ahmad Fikri) Jakarta (ANTARA) - PT Kimia Farma Apotek (KFA), sebagai anak usaha PT Kimia Farma Tbk.memastikan ketersediaan obat dan suplemen di gerai apotek Kimia Farma di seluruh Indonesia sehingga tidak akan mengalami kenaikan harga di tengah permintaan obat dan suplemen yang ikut melonjak akibat meningkatnya kasus positif COVID-19.
DiKimia Farma 3 5, pengadaan dilakukan setiap dua kali dalam se bulan. Yakni BPBA Ethical dilakukan setiap hari selasa. Untuk pelayanan obat tanpa resep dokter di Apotek Kimia Farma 3 5 Surabaya hanya diperbolehkan membeli obat bebas dan bebas terbatas. Dimana pasien bi sa secara langsung mengambilnya sendiri di swalayan Apotek yang ada.
.

pengadaan obat di apotek kimia farma